Kamis, 29 Oktober 2015

Kewajiban Konsumen

Dalam Pasal 5 UU Perlindungan Konsumen juga ditentukan mengenai kewajiban yang harus dilakukan oleh para konsumen di Indonesia, yaitu:
  1. Membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati
  2. Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.
  3. Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;
  4. Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;

sumber: https://vandhanoe.wordpress.com/tag/kewajiban-konsumen/

Hak Konsumen

  • hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa;
  • hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan;
  • hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa;
  • hak untuk didengan pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan;
  • hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut;
  • hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen;
  • hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
  • hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya;
  • hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

http://ylki.or.id/hak-konsumen/

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi

Segmentasi Pasar dan Analisis Demografi

Pengertian segmentasi pasar.
Segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen, dimana tiap kelompok (bagian) dapat dpilih sebagai pasar yang dituju (ditargetkan) untuk pemasaran suatu produk. Agar segmentasi pasar atau pengelompokkan pasar dapat berjalan dengan efektif maka harus memenuhi syarat-syarat pengelompokkan pasar sebagai berikut :
1. Measurability, yaitu ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
2. Accessibility, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan (mengarahkan) usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya. Pembagian segmen pasar:
1. Segmentasi pasar konsumen. Yaitu membentuk segmen pasar dengan menggunakan ciri-ciri konsumen (consumer characteristic), kemudian perusahaan akan menelaah apakah segmen-segmen konsumen ini menunjukkan kebutuhan atau tanggapan produk yang berbeda.
2. Segmentasi pasar bisnis. Yaitu membentuk segmen pasar dengan memperhatikan tanggapan konsumen (consumer responses) terhadap manfaat yang dicari, waktu penggunaan, daan merek.
3. Segmentasi pasar yang efektif (Fandy Ciptono, 2001)

Dapat diukur (measurable), ukuran, daya beli, profil segmen;

Besar segmen (subtantial): cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani;

Dapat dijangkau (accessible): dapat dijangkau dan dilayani secara efektif;

Dapat dibedakan (differentiable): secara konseptual dapat dipisahkan dan memberi tanggapan yang berbeda terhadap elemen dan program bauran;

Dapat diambil tindakan (actionable): program yang efektif dapat dirumuskan untuk menarik dan melayani segmen tersebut.


Manfaat dan Kelemahan Segmentasi
Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).

Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:

Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.

Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.

Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.

Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.


Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1. Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2. Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3. Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4. Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi:

Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan konsumen kedalam beberapa segmen yang secara relatif memiliki sifat-sifat homogen dan kemudian memperlakukan masing-masing segmen dengan cara atau pelayanan yang berbeda.
Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor yang terlebih dahulu perlu dicermati. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut:

Variabel-Variabel Segmentasi. Sebagaimana diketahui bahwa konsumen memiliki berbagai dimensi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan segmentasi pasar. Penggunaan dasar segmentasi yang tepat dan berdaya guna akan lebih dapat menjamin keberhasilan suatu rencana strategis pemasaran. Salah satu dimensi yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar adalah variabel-variabel yang terkandung dalam segmentasi itu sendiri, dan oleh sebab ituperlu dipelajari.

Dalam hubungan ini Kotler (1995) mengklasifikasikan jenis-jenis variabel segmentasi sebagai berikut:
1.Segmentasi Geografi. Segmentasi ini membagi pasar menjadi unit-unit geografi yang berbeda, seperti negara, propinsi, kabupaten, kota, wilayah, daerah atau kawasan. Jadi dengan segmentasi ini, pemasar memperoleh kepastian kemana atau dimana produk ini harus dipasarkan.
2. Segmentasi Demografi. Segmentasi ini memberikan gambaran bagi pemasar kepada siapa produk ini harus ditawarkan. Jawaban atas pertanyaan kepada siapa dapat berkonotasi pada umur, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, siklus kehidupan keluarga seperti anak-anak, remaja, dewasa, kawin/ belum kawin, keluarga muda dengan satu anak, keluarga dengan dua anak, keluarga yang anak-anaknya sudah bekerja dan seterusnya. Dapat pula berkonotasi pada tingkat penghasilan, pendidikan, jenis pekerjaan, pengalaman, agama dan keturunan. 
Demografis membantu menemukan pasar target atau sasaran. Informasi demografis merupakan cara yang paling efektif dari segi biaya dan paling mudah diperoleh untuk mengenali target. Data-data demografis lebih mudah diukur daripada berbagai variabel segmentasi lain. Berbagai variabel denografis mengungkapkan kecenderungan yang memberikan isyarat berbagai peluang bisnis, seperti pergeseran usia, jenis kelamin, dan distribusi penghasilan. misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.
3. Segmentasi Psikografi. Pada segmentasi ini pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan:
a. Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite, golongan menengah, golongan rendah.
b. Gaya hidup misalnya: modern, tradisional, kuno, boros, hemat, mewah dan sebagainya.
c. Kepribadian, misalnya: penggemar, pecandu atau pemerhati suatu produk.
4. Segmentasi Tingkah Laku. Segmentasi pasar banyak digunakan oleh para pelaku bisnis, diantaranya:
• Para pemasar, karena strategi segmentasi pasar menguntungkan kedua belah pihak di pasar, para pemasar barabg-barang konsumen menjadi bergairah untuk melaksanakannya.
• Para pengecer, contohnya The Gap membidik berbagai segmen umur, pendapatan, dan gaya hidup di berbagai toko eceran yang berbeda.
• HOTEL
-hotel, membagi pasar mereka dan menargetkan jaringan hotel yang berbeda ke segmen pasar yang berbeda.
• Perusahaan manufaktur industry, membagi pasar-pasar mereka, seperti yang dilakukan organisasi nirlaba dan media.
• Badan-badan amal, seperti Palang Merah memfokuskan usaha-usaha pengumpulan dana pada “para penyumbang besar”. 
q• Beberapa Pusat Seni Drama, Musik, dan Seni Tari, membagi para pelanggan atas dasar pencarian manfaat dan telah berhasil meningkatkan pengunjung melalui daya tarik promosi khusus.


Analisis Demografi

Pada suatu pemasaran produk, analisis demografi harus dilakukan. Hal tersebut berguna untuk mengetahui trend demografis produk yang dipasarkan. Data dalam demografi pemasaran dapat terdiri dari usia, ras, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, mobilitas, kepemilikan rumah, lokasi, status, pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Jika demografi konsumen telah di lakukan, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan analisis demografi agar demografi yang telah dilakukan dapat kita ketahui hasilnya setelah kita melakukan analisis atas demografi yang telah kita buat.

Ilmu demografi terbagi menjadi dua, yaitu :

Adolphe Landry (1945)menyarankan dibedakan antara istilah demografi murni dan studi kependudukan.
a. Demografi murni (pure demography).
Demografi formal yang menghasilkan teknik-teknik untuk menghitung indikator indikator kependudukan. Studi atau analisis kependudukan yang lebih luas.
b. Studi mengenai hubungan antara faktor-faktor perubahan penduduk dan faktor-faktor pembangunan. Studi yang berusaha memberi penjelasan tentang sebab akibat perubahan variabel demografi.

Manfaat analisis demografi, yaitu :
1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
2. Menjelaskan pertumbuhan penduduk pada masa lampau, kecenderungannya, dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.
3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial, ekonomi, budaya, lingkungan dan lain-lain.
4. Pemperkirakan pertumbuhan penduduk (proyeksi penduduk) pada masa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.
Sumber data demografi.

Sumber data demografi yang pokok adalah Registrasi Penduduk, Sensus Penduduk, dan Penelitian (Survei). Ada juga sumber yang lainnya, misal: catatan-catatan dan dokumen-dokumen dari instansi pemerintah.

Sumber:

http://taniosutrisno.wordpress.com/2014/10/07/segmentasi-pasar-analisis-demografi/

http://adindadira.blogspot.com/2013/10/analisis-demografi.html

http://pengetahuantentangsegmentasipasar.blogspot.com/

Sumber Daya Konsumen dan Pengetahuan

Sumber Daya Konsumen dan Pengetahuan

Sumber Daya Konsumen
Sumber daya konsumen adalah segala sumber daya yang mempengaruhi konsumen untuk membeli barang atau jasa. Sumber daya konsumen ada 3 macam, yaitu :
1.Sumber daya ekonomi adalah segala sesuatu sumber daya yang dimiliki baik yang tergolong sumber daya alam maupun potensi sumber daya manusia yang dapat memberikan manfaat.
2.Sumber daya sementara adalah sumber daya yang bisa menghemat waktu, keinginan manusia ingin membeli barang dan jasa yang tujuananya menghemat waktu yang ada.
3.Sumber daya kognitif adalah sumber daya perencanaan dan pengambilan keputusan seorang konsumen terhadap apa yang ingin di belinya.
Pengetahuan. Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen. Dalam hal ini pengetahuan konsumen amat diperlukan. Karena, hal ini dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian. Apa yang dibeli, berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan. 
Pengetahuan Konsumen terbagi kedalam tiga macam, yaitu Pengetahuan Produk, Pengetahuan Pembelian, Pengetahuan Pemakaian.
1. Pengetahuan Produk adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk. Pengetahuan ini meliputi kategori produk, merek terminologi produk atribut atau fitur, harga produk dan kepercayaan mengenai produk. Jenis Pengetahuan Produk :
a.Pengetahuan tentang karakteristik/atribut produk.
Seorang Konsumen akan melihat suatu produk berdasarkan kepada karakteristik atau ciri atau atribut dari produk tersebut. Setiap konsumen mungkin memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyebutkan karakteristik atau atribut dari suatu produk. Hal ini disebabkan perbedaan pengetahuan yang dimilikinya. Pengetahuan mengenai atribut tersebut akan mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen. Pengetahuan yang lebih banyak akan memudahkan konsumen dalam memilih produk yang akan dibelinya.
b.Pengetahuan Manfaat Produk
Seorang Konsumen mengkonsumsi gula rendah kalori karena mengetahui manfaat produk tersebut bagi kesehatan tubuhnya. Manfaat yang dirasakan konsumen. Setelah mengkonsumsi gula rendah kalori yaitu dapat menghindari penyakit diabetes. Inilah yang disebut sebagai pengetahuan tentang manfaat produk.
2.Pengetahuan Pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut. Pengetahuan Konsumen cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja, karena telah mengetahui dimana letak produk di dalam toko tersebut. Hal ini akan memudahkan konsumen untuk berbelanja atau melakukan pembelian. Hal ini akan memudahkan konsumen untuk berbelanja karena konsumen bisa menghemat waktu dalam mencari lokasi produk. Menurut Petter dan Olson (1999), perilaku membeli meliputi store contact, product contact, dan Transaction.
a. Store contact meliputi tindakan mencari outlet, pergi ke outlet dan memasuki outlet.
b. Product contact, konsumen akan mencari lokasi produk, mengambil produk tsb dan membawanya ke kasir
c. Transaction, konsumen akan membayar produk tersebut dengan tunai, kartu kredit, kartu debet atau alat pembayaran lainnya.
3. Pengetahuan Pemakaian yaitu suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk tersebut telah digunakan/ dikonsumsi. Agar produk tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yg tinggi, maka konsumen harus bisa menggunakan/ mengkonsumsi produk tersebut dengan benar. Produsen berkewajiban untuk memberikan informasi yang cukup agar konsumen mengetahui cara pemakaian suatu produk. Pengetahuan pemakaian suatu produk adalah penting bagi konsumen.

Sumber Daya Konsumen Ekonomi
Uang adalah alat transaksi yang sangat diperlukan oleh konsumen untuk membeli produk. Keputusan Konsumen sehubungan dengan produk dan merek sangat dipengaruhi oleh jumlah sumber daya ekonomi misalnya uang. Tanpa uang konsumen tidak bisa membeli apapun. Pembelian sangat dipengaruhi oleh pendapatan konsumen sama halnya dengan, harapan konsumen mengenai pendapatan masa datang menjadi variabel penting dalam meramalkan perilaku konsumen.

Potensi sumberdaya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumberdaya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan (ekonomi) wilayah tingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara structural harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain. Misalnya, penggunaan energy sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui:
1. Sumber Daya Sementara
a. Barang yang Menggunakan Waktu. Produk yang memerlukan pemakaian waktu dalam mengkonsumsinya. Contoh: menonton TV, memancing, golf, tennis (waktu Senggang) tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib)
b. Barang Penghemat Waktu.
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka. Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food.
2. Sumber Daya Kognitif. Sumberdaya Kognitif menggambarkan kapasitas mental yang tersedia untuk menjalankan berbagai kegiatan pengolahan informasi Alokasi Kapasitas Kognitif dikenal sebagai perhatian (attention). Perhatian terdiri dari dua dimensi:
a. Arahan (direction) menggambarkan fokus perhatian
b. Intensitas mengacu pada jumlah kapasitas yang difokuskan pada arahan tertentu. Karena kapasitas tersebut terbatas, orang harus selektif dalam apa yang mereka perhatikan dan berapa banyak perhatian dialokasikan selama pengolahan informasi.
Pengertian sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan. Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya skema tentang bagaimana seseorang mempersepsikan lingkungannya dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme.

Kandungan Pengetahuan
Kajian Myke mendefinisikan kandungan pengetahuan sebagai "jumlah keupayaan sumber tenaga manusia", asset dan pengamalan kepimpinan, modal teknologi dan maklumat, hubungan kerjasama, harga intelek, stok maklumat serta kebolehan untuk berkongsi pembelajaran dan penggunaan, yang boleh digunakan untuk menjaga kekayaan dan meningkatkan daya saing ekonomi.

Organisasi Pengetahuan. Pengetahuan Konsumen akan mempengaruhi Keputusan Pembelian. Apa yang dibeli,berapa banyak yang dibeli, dimana membeli dan kapan membeli akan tergantung kepada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut. Pengetahuan Konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
1. Pengetahuan tentang karakteristik /atribut produk
2. Pengetahuan tentang manfaat produk
3. Pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk kepada konsumen
Manfaat fungsional yaitu manfaat yang dirasakan konsumen secara fisiologis.
Manfaat psikososial, yaitu aspek psikologis dan aspek sosial yang dirasakan konsumen setelah mengkonsumsi suatu produk.
Mengukur Pengetahuan. Cara yang paling nyata dalam mengukur kemampuan pengetahuan adalah menilai secara langsung isi ingatan. Beberapa indikator pengukur pengetahuan antara lain: 
1. Pengetahuan Objektif (Objective Knowledge). Pengukuran yang menyadap apa yang benar-benar sudah disimpan oleh konsumen didalam ingatan.
2. Pengetahuan Subjektif (Subjective Knowledge).
Dipengaruhi oleh kepercayaan diri seseorang yaitu bahwa orang yang percaya diri mungkin melaporkan secara berlebihan tingkat pengetahuan mereka (Engel, Blackwell & Miniard, 1994, p.331-332).


Sumber: http://tugasidaherlina.blogspot.com/2013/10/sumber-daya-konsumen-dan-pengetahuan.html

Senin, 06 Juli 2015

Manfaat Labu

Kebanyakan anda pasti sudah mengenal labu kuning. Pasalnya makanan ini kerap menjadi campuran es buah ketika anda menyantapnya saat berbuka puasa. Labu kuning yang biasa dikenal dengan sebutan waluh ini memang memiliki rasa yang unik. Ia kuat dengan rasa khasnya, namun tetap tidak mati ketika dicampurkan ke segala jenis minuman. Anda bisa menyantapnya bersama es buah, kolak waluh, maupun roti dan aneka getuk waluh. Tentu lezat bukan?
Sesungguhnya bukan hanya daging buah saja yang bisa anda petik manfaat dan khasiatnya. Sebab banyak orang juga menyukai biji kuaci yang berasal dari biji buah labu kuning ini.
Kandungan buah labu kuning
manfaat labu kuningKelezatan ini ternyata juga tidak kalah dengan dari kandungannya tiap 100 gr daging buahnya. Siapa sangka, jika nutrisi yang ada dalam buah ini terdiri dari beta karoten, kalori, protein, serta lemak. Bukan hanya itu, sebab masih ada beberapa zat jenis mineral juga termaktup d idalamnya. Salah satunya ada kalsium, fosfor, zat besi, natrium, kalium, tembaga, dan seng.
Selain itu juga ada karbohidrat, membuat kita merasa ‘penuh’ setelah makan kolak waluh atau labu kuning. Untuk itulah jika saat berbuka puasa anda merasa kenyang setelah makan kolak, lalu menunda makan nasi. Beberapa jenis vitamin seperti vitamin A, C, E, K, tiamin, niasin, lutein, zeaxanthin, riboflavin, asam patoneat, B6, folat dan pro vitamin A yang paling mendominasi.
Kandungan nutrisinya yang baik ini membuatnya bermanfaat bagi kesehatan :

1. Merawat dan menyehatkan mata
Kandungan yang paling berperan dalam hal ini adalah vitamin A. Kandungannya sebanyak 426 gram mampu membantu untuk menjaga dan merawat mata. Hal sangat di anjurkan dari dokter sebab mata kita semakin menua, lensa pupil akan semakin keruh. Dengan begitu, mulai dari sekarang untuk menguranginya dengan banyak mengonsumsi vitamin A. Apalagi ada kandungan pro vitamin A yang setiap saat siap di ubah menjadi vitamin A.
2. Melawan radikal bebas
Manfaat labu kuning juga memiliki senyawa anti oksidan. Hal ini sangat berguna untuk menepis atau melawan radikal bebas yang hamper setiap hari menyerang diri anda. Apalagi jika anda adalah tipe orang yang kerap melakukan banyak aktivitas di luar ruangan dan dibawah terik matahari.
3. Tampak awet muda
Makanan yang banyak dicari sekarang ini adalah yang memiliki manfaat menjaga diri anda agar tampak awet muda. Salah satu khasiat vitamin yang banyak membantu dalam hal ini adalah vitamin E. Kandunganya sebesar 0,44 gram cukup membantu anda. Sebab vitamin ini menjaga kekencangan kulit anda.
4. Meminimalisir penyakit degeneratif : Hipertensi
Salah satu jenis penyakit degeneratif yang paling banyak di derita oleh masyarakat Indonesia adalah hipertensi atau darah tinggi. Hal ini kebanyakan menyerang wanita dewasa setelah ia melewati masa menopause. Adanya kandungan kalium mampu mengurangi resiko adanya penyakit ini.
6. Mengatasi sembelit
Sembelit salah satu penyakit yang menyerang organ pencernaan anda, sehingga menjadikan susah buang air besar. Bahkan sampai mengeluarkan darah jika harus BAB. Anda dapat mengobatinya dengan manfaat labu kuning untuk kesehatan ini. Sebab kandungan serat yang ada di dalamya mampu membantu melancarkan proses pencernaan anda.
7. Pertumbuhan tulang dan gigi
Manfaat labu kuning untuk bayi ini juga baik dan cocok untuk anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sebab terdapat kandungan kalsium dan fosfor. Kedua zat ini jika bekerja sama akan membantu pembentukan tulang dan gigi, serta penguatanya. Itulah mengapa para manula sangat dianjurkan untuk mengonsumsi susu yang banyak mengandung zat kalsium dan fosfor.
8. Baik untuk penderita kanker
Penderita kanker sangat riskan terhadap asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh mereka. Untuk itu mereka sangat memperhatikan. Salah satu menu yang baik untuk mereka adalah labu kuning. Sebab kandungan beta karoten mampu mengurangi pertumbuhan sel kanker.
9. Sebagai zat anti inflamasi
Kandunganya beta karoten yang baik untuk kanker, ternyata juga baik sebagai zat anti inflamasi. Hal ini mampu mengurangi resiko terjadinya pembengkakan pada tubuh anda.
10. Mengurangi resiko stroke
Kebiasaan anda memakan labu kuning juga baik untuk kolestrol jahat anda. Sebab mampu menghandurkan endapan yang ada apda dinding arteri. Hal ini jika terus berlanjut mampu mengurangi terjadinya resiko.

http://selviana881.blogspot.com/2015/06/manfaat-labu-untuk-diet.html

Manfaat Es Batu

Tentunya kita tak asing dengan benda satu ini kan. Es batu biasanya digunakan untuk campuran juice, teh, dan aneka jenis minuman segar lainnya. Selain menyegarkan tubuh saat diminum, ternyata es batu juga berkhasiat untuk kecantik
es batuSetiap wanita pasti mendambakan memiliki kulit wajah yang halus dan bebas dari gangguan jerawat. Mereka biasa melakukan perawatan kecantikan di salon atau bahkan bisa menghabiskan uang yang tidak sedikit hanya untuk mendapatkan kulit wajah yang halus dan terlihat berseri, karena hal tersebut akan menunjang rasa percaya dirinya.
Namun, tahukan anda bahwa ada cara yang simple dan relatif murah yang dapat kita gunakan untuk membuat kulit wajah kita halus serta bebas dari jerawat? Ya, hanya dengan menggunakan es batu, hal itu bisa kita dapatkan.
Ok, mari kita simak beberapa manfaat es batu berikut :

  1. Es batu dapat mengobati jerawat
Setiap orang tentu pernah merasakan berjerawat bukan? Ternyata es batu bisa menghilangkan gangguan kulit yang satu ini. Rasa dingin pada es batu bisa menenangkan daerah sekitar jerawat serta dapat mengurangi kandungan minyak di wajah kita.
Caranya : 
Caranya adalah dengan memijat pelan bagian yang terkena jerawat dengan menggunaka es batu selama 10 s/d 15 menit. Cara ini dapat dipercaya dapat mengurangi bengkak akibat jerawat serta membantu mengempeskannya.
  1. Menghilangkan bekas noda jerawat
Saat jerwat mulai hilang, belum tentu bekas-bekas jerawat juga akan ikut menghilang. Bekas jerawat ini akan menimbulkan bekas hitam di wajah anda, dan ini tentu akan mempengaruhi penampilan bukan?. Banyak sekali produk di pasaran yang menawarkan anti noda pada kulit, namun tentu saja produk-produk itu berbahan kimia.
Jika anda tidak mau ambil resiko terhadap bahan-bahan kimia tersebut, anda bisa memanfaatkan es batu untuk mengatasi bekas noda jerwata tersebut.
Cara Penggunaan :
Caranya adalah dengan rutin mengompres wajah denga es batu selama 15 menit. Efek yang akan anda peroleh adalah, bekas noda jerawat memudar dan kulit wajah anda terasa segar.
  1. Dapat mengecilkan pori-pori kulit wajah
Selain jerawat, pori-pori besar juga merupakan masalah yang sangat mempengaruhi penampilan. Jika tidak bersih pada saat membersihkan wajah, kotoran akan tetap menempel diwajah, dan hal ini akan lebih rentan menimbulkan tumbuhnya jerawat.
Untuk mengatasi masalah pori-pori besar, kita bisa memanfaatkan es batu. Sensasi dingin es batu dipercaya dapat membantu mengecilkan pori-pori kulit wajah.
Cara Penggunaan:
Caranya, kompres / olesi wajah dengan menggunakan es batu secara rutin, hal tersebut dapat membantu mengecilkan pori-pori kulit anda.
  1. Mencerahkan kulit wajah
Caranya adalah dengan mencampurkan mentimun atau strawberry yang telah dihancurkan/ diblender. Bekukan hingga menjadi es. Oleskan pada wajah secara rutin seminggu sekali. Campuran bahan tersebut bisa menjadi exfloating scrub yang dapat berkhasiat mencerahkan kulit anda. Efek untuk kulit ini juga dapat didapatkan dengan manfaat air putih
  1. Memberikan sensasi segar di kulit wajah
Selama musim panas, kulit wajah juga bisa mengalami dehidrasi, ini menyebabkan kulit  terasa kering dan kusam. Atau saat anda sedang buru-buru dan tidak sempat menggunakan make up di wajah anda. Es batu bisa menjadi alternative untuk membantu anda nampak secerah dan secantik ketika anda memakai make up.
Cara Penggunaan :
Untuk membantu mengatasinya, coba oleskan/ kompres wajah anda dengan es batu. Efek dingin es dapat membantu mengembalikan kesegaran di wajah anda.


 sumber: http://selviana881.blogspot.com/2015/06/manfaat-es-batu.html

Industri Musik

Industri musik dewasa ini semakin didominasi oleh musik musik mancanegara. Hal tersebut membuat musisi musisi tanah air menjadi sulit berkembang. Ditambah lagi dengan maraknya pembajakan menjadikan industri musik menjadi stagnan. Seperti yang kita ketahui, penegak hukum dan aparat terkait sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah pembajakan tapi tetap saja kaset kaset bajakan masih dengan mudah kita temui. Mungkin harus ada upaya lain yang lebih tegas supaya para pembajak tersebut jera dan industri musik khususnya dalam negeri bisa lebih berkembang tanpa harus merasa dirugikan.